Kategori
catatan

Sinergi Pivot Perusahaan dan Karyawan

Pivoting. Kata ini sering saya dengar dan saya temukan dalam akun media sosial coach umkm yang saya ikuti. Istilah ini digunakan para mentor umkm tersebut dalam memberikan saran bagaimana sektor umkm bisa survive (baca: bertahan hidup) di tengah pandemi Covid-19 yang belum terlihat usai. Saya sendiri masih belum ngeh dengan definisinya. Apa maksud pivoting dalam bisnis?

Penelusuran saya pertama kali dalam memahami pivot ini menampilkan artikel dari warta ekonomi.

pengertian pivot bisnis
pengertian pivot bisnis

Dalam pengertian diatas kita bisa menyimpulkan pengertian pivot dalam bisnis itu adalah mengubah model bisnis tetap berpijak pada visi bisnis itu sendiri. Seperti sebuah gerakan basket yang merubah arah dengan tetap berpijak pada salah satu kaki.

Bagi bisnis yang beraktifitas di sektor pariwisata mau tidak mau harus mengubah model bisnis. Jika selama ini biro perjalanan menjual paket perjalanan wisata dalam dan luar negeri atau penjualan tiket perjalanan dari perusahaan transportasi atau vocer menginap dari salah satu hotel maka dengan adanya kebijakan lockdown atau pembatasan sosial skala besar mau tidak mau pemilik dan manajemen perusahaan harus mengubah model bisnis mereka. 

Pertanyaannya model bisnis seperti apa yang cocok untuk para biro travel perjalanan ini dan apakah saya memiliki produk asuransi yang sesuai dengan model bisnis biro perjalanan yang baru?

Saya pun tidak tahu. Bisnis bukanlah darah saya meskipun orang tua saya adalah seorang pebisnis dalam skala yang lebih kecil.

Lantas kenapa saya membahas pivoting dalam bisnis?

Alasannya jika perusahaan saya sekarang juga melakukan pivoting, merubah model bisnis khususnya pada produk-produk asuransi yang terdampak. Dengan kondisi perekonomian yang belum pulih (dan dikhawatirkan semakin memburuk) saya mengkhawatirkan posisi saya pribadi.

Perusahaan pastinya akan menganalisa beban operasional dan juga produktifitas masing-masing karyawan. Karyawan yang menjadi beban pastinya akan di-“buang” dan yang memiliki potensi pasti akan dipertahankan. Posisi saya dimana?

Sungguh, kalau memikirkan perusahaan memutuskan untuk mem-PHK saya, saya langsung merasa stres.

Saya memang memiliki usaha sampingan dengan aktifitas menulis di blog dan juga bergabung dengan jaringan penayang iklan google, tetapi  penghasilan “side job” ini belum menghasilkan sepersepuluh dari pendapatan yang didapat dari perusahaan. Jika saya menjadi salah satu karyawan yang di-“buang”, entah dari mana saya akan memulai untuk mendapatkan pengganti penghasilan yang saya dapatkan dari perusahaan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Saya baru bergabung dengan departemen yang menjual produk asuransi perjalanan di awal tahun 2020. Tanggung jawab saya adalah mengembangkan dan menjual produk asuransi perjalanan umrah dengan target penjualan hingga akhir tahun lebih kurang 3 Milyar rupiah.

Semenjak Kerajaan Arab Saudi menghentikan sementara menerima jamaah perjalanan umrah, line bisnis asuransi perjalanan syariah (baca: asuransi perjalanan umrah) yang saya tangani langsung stop. Begitu pula dengan asuransi perjalanan biasa atau asuransi perjalanan konvensional.

Luasnya penyebaran wabah Covid-19 membuat banyak negara mengambil kebijakan tidak menerima tamu terlebih dahulu. Bahkan di beberapa negara, warga negara Indonesia sudah dilarang untuk masuk salah satu di antaranya Singapura. Kebijakan tersebut membuat penyedia layanan wisata atau biro perjalanan menerima pembatalan perjalanan yang sudah dipersiapkan sebelum Covid-19 dinyatakan pandemik oleh WHO. Kondisi ini membuat asuransi perjalanan yang sudah di booked oleh beberapa travel rekanan harus dibatalkan dan premi asuransinya dikembalikan. Ini sudah berlangsung dari awal tahun lalu.

Pivot yang dilakukan perusahaan adalah membuat tim yang awalnya fokus hanya pada penjualan satu produk asuransi, asuransi perjalanan, harus bisa menjual semua produk asuransi baik kepada individu maupun kepada korporasi. Dengan demikian anggota tim pemasar produk asuransi perjalanan diharapkan akan berkontribusi dengan pertumbuhan perusahaan. Hal ini tidak hanya berlangsung pada tim travel tetapi hampir ke seluruh karyawan baik yang berada di tingkat manajerial maupun staf biasa.

Di tim lain pun terdapat masalah yang hampir mirip. Tim korporasi yang menangani pemasaran produk asuransi melalui lembaga perbankan maupun non perbankan juga mengalami penurunan produksi meski tidak separah tim produk asuransi travel. Di kedua lembaga tersebut agar bisa survive menahan pemberian kredit atau pembiayaan baru.

Mau tidak mau penjualan produk asuransi pun berkurang baik dari segi kualitas dan kuantitas. Jika terdapat penutupan asuransi baru banyak pemegang polis asuransi memanfaatkan himbauan pemerintah untuk menunda pembayaran premi atau kontribusi.

Secara tidak langsung kondisi ini menyebabkan produksi dari penjualan produk asuransi hanya sebatas angka diatas kertas dengan kekayaan berupa piutang asuransi yang belum tertagih. Jika piutang belum dibayarkan juga oleh pemegang polis efeknya sama saja. Beban operasional perusahaan tetap berat.

Apa saja langkah-langkah perusahaan untuk mengurangi beban operasional dan tetap bertahan?

Pertama seperti yang saya sebutkan diatas. Perusahaan akan meminta karyawan yang diberi tanggung jawab satu produk agar lebih terbuka dengan juga bisa menjual produk lain. Oleh karena itu perusahaan akan lebih mudah menilai kinerja karyawan dalam rentang waktu yang ditentukan khususnya pada departemen marketing / sales.

Kedua merumahkan karyawan dengan jalan mengambil cuti tak dibayar atau unpaid leave. Situasi ini akan membuat karyawan tetap dianggap menjadi bagian dari perusahaan.  Disisi lain karyawan tidak akan mendapatkan gaji maupun tunjangan seperti biasanya. Dengan kondisi ini, perusahaan bisa melakukan penghematan terhadap beban operasional berupa gaji dan tunjangan untuk karyawan. Dan karyawan pun masih tetap bekerja di perusahaan ketika wabah covid-19 diumumkan telah dikendalikan penyebarannya oleh pemerintah.

Ketiga merumahkan karyawan dalam artian sebenarnya. Maksud saya disini mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan bersangkutan. Hanya saja dengan kondisi keuangan yang tidak menentu, kemungkinan perusahaan akan mengambil jalan menyimpang. Jalan menyimpang ini maksud saya tidak mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai PHK dimana ada besaran uang pesangon yang harus diberikan oleh perusahaan kepada karyawan menurut jangka waktu atau lama masa kerja karyawan tersebut.

Keempat kesepakatan antara karyawan dan perusahaan untuk mengurangi besar nilai penghasilan dari karyawan yang bersangkutan. Pilihan ini yang banyak, saya dengar, diambil oleh perusahaan saat ini. Di sisi karyawan tentu tidak enak, tetapi akan lebih tidak enak lagi kalau menjadi pengangguran. Dan masih bekerja meskipun dengan gaji yang dipotong dari nilai awal, merupakan sebuah tanda kesyukuran dari karyawan. Kondisi ini membuat kita sebagai karyawan harus betul-betul memprioritaskan pengeluaran. Jika sebelumnya banyak jajan di luar maka dengan pengurangan gaji kita minimal bawa makanan dari rumah atau menghentikan jajan sama sekali.

KESIMPULAN

Kita tidak tahu kapan wabah virus Covid-19 benar-benar berakhir. Skenario terburuk untuk ekonomi nasional dikatakan belum akan pulih hingga Q4 tahun 2021. Para pengusaha pun menyebutkan Juni 2020 merupakan batas waktu kemampuan perusahaan untuk bertahan, setelah Bulan Juni perusahaan mungkin akan terpaksa untuk memangkas jumlah karyawannya.

Makanya kita sebagai karyawan juga harus bisa pivoting. Jika selama ini kita hanya mengerjakan tugas administratif maka dengan kondisi perusahaan yang semakin tertekan kita harus bisa keluar dari zona nyaman tersebut dan mempelajari ilmu baru seperti selling dan marketing.

Jika sebelumnya kita kurang menyukai pekerjaan yang menuntut diri bertemu dengan orang baru, maka sekarang saatnya mencoba untuk berkenalan dengan orang baru atau kembali membuka nomor kontak di hape masing-masing dan menawarkan produk yang dijual oleh perusahaan.

Bagaimana pivoting yang kawan-kawan lakukan? Silahkan berbagi di kolom komentar dibawah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *