Ahlinya Dunia Blogger dan Pengingkaran

Dalam sebuah ebook yang diberikan gratis oleh Herman Yuwono, salah satu tip yang beliau berikan agar newbie bisa membuat blog otoritas adalah dengan membuat blog yang sesuai dengan keahlian yang kita punyai. Setelah membaca paragraf tersebut saya berhenti membaca. Saya pun bertanya-tanya pada diri sendiri apa keahlian saya untuk membuat sebuah blog otoritas? Saya sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan diatas. Julukan yang diberikan oleh kang Syahri yang diberikan kepada saya dalam artikel terbarunya menjadi affirmasi terhadap jawaban sementara saya tersebut. Kang Syahri memberi label “ahlinya dunia blogger” kepada saya dalam tulisan terbarunya mengenai pesan error 404 di fitur tema > edit html blogspot. Membaca tulisan tersebut saya pun menjadi tertawa sendiri. Kata ahli merupakan kata sifat dan menurut KBBI pengertiannya adalah orang yang mahir, paham sekali dalam suatu ilmu. Sebagai manusia biasa saya merasa senang dipuji setinggi langit dan disisi lain saya juga merasa geli mengingat kang Syahri belum terlalu mengenal saya. Pujian Ahlinya Dunia Blogger itu sangat tinggi dan bagi saya pribadi posisi itu belum saya capai. Ada banyak aspek yang bisa saya paparkan karena tidak pantas saya mendapatkan gelar “ahlinya dunia blogger” tersebut.

Belum Bisa Membuat Template Sendiri.

Orang yang ahli pastinya tidak akan menggunakan template orang lain untuk blog yang ia kelola. Blogger.com merupakan perangkat yang paling mudah untuk digunakan. Bahkan kalau kita pintar ngoding, tampilan blog bisa dimodifikasi sesuai dengan yang kita inginkan. Coba saja lihat blognya kang Adhy, mba Arlina, bung Frangki, mas Taufik Nurrohman dan mas Jarwo. Template yang mereka gunakan adalah hasil kreatifitas mereka sendiri, bahkan mereka memberikan template kepada siapapun yang membutuhkan secara gratis. Blog saya sendiri masih menggunakan template dari para desiner template blogger. Saya pernah menggunakan template Sora, Kompi Desain AMP-nya kang Adhy, dan Digizena-nya mba Arlina. Orang yang ahli minimal menggunakan template sendiri bukan?

Belum Gajian dari Program Monetisasi Yang Diikuti.

Saya sangat berterima kasih atas pemberian julukan ahlinya dunia blogger dari kang syahri, pujian kang syahri sangat berguna bagi saya yang sedang mengerjakan proyek sampingan bersama teman. Proyek penghasilan sampingan ini tidak jauh-jauh dari kegiatan yang sudah lama saya jalani di blog sendiri: membuat website/blog atau mempromosikan produk dengan content placement. Proyek sampingan ini mesti saya jalani dikarenakan program monetisasi yang saya ikuti masih belum menutup biaya pengelolaan blog-blog yang saya terbitkan. Untuk program monetisasi dengan bekerjasama dengan Google, Adsense: saya baru mendapatkan pembayaran sebanyak 2 KALI. Berbeda dengan bang izal toy yang sudah ditransfer oleh google hampir setiap bulan setelah disetujui menjadi publisher. Padahal sebelumnya bang izal kesulitan untuk mendaftarkan dan disetujui oleh Google sebagai partner jaringan periklan mereka. Pemilik klikmania.net, Gani Sebastian, bahkan dalam waktu singkat telah merubah konsep blognya dari pengelolaan pribadi ke pengelolaan kelompok berbayar. Dalam salah satu artikelnya, kang Gani menyebutkan kalau ia butuh waktu 8 (DELAPAN) bulan untuk mendapatkan penghasilan dari Adsense dan itu pun rutin alias tiap bulan Google mentransfer uang ke rekeningnya mas Gani. Rutin mendapatkan penghasilan dari google Adsense merupakan salah satu indikator ahli yang saya pakai dan saya pikir teman-teman lain juga menggunakannya.

Belum menguasai Google dengan kata kunci yang ditargetkan beserta turunannya.

Selain adsense, indikator lain yang saya gunakan adalah seberapa sukses blogger tersebut berada di laman pertama google. Persaingan untuk muncul di laman pertama google merupakan kompetisi yang terberat. Ada banyak faktor yang membuat artikel di blog kita bisa muncul di tempat prestisius tersebut. Saya belumlah ahli dalam persaingan di laman pencarian google tersebut. Bahkan dalam tiga bulan terakhir blog saya mengalami penurunan kunjungan yang berasal dari mesin pencari. Padahal kunjungan dari bing, yahoo maupun google adalah andalan saya dalam mendapatkan penghasilan tambahan dari blog. Seorang yang ahli dalam dunia blogging, pastinya bisa bertahan dari serangan kompetitor dan perubahan algoritma google. Sedangkan saya masih harus menunggu kabar dari Barry Schwartz di Search Engine Journal apa yang terjadi di dalam mesin pintar google dan bagaimana cara menyikapinya. Contoh kasus: Saya sedang mengikuti lomba blog dan SEO dari sebuah situs beralamatkan di sosiago.id. Bulan November kemaren saya yang memantau posisi blog yang didaftarkan untuk lomba masih berada di laman pertama. Awal bulan ini, 3 Desember 2018, peringkat blog yang menggunakan kata kunci #cobasosiago terlempar dari laman pertama.

Kesimpulan

Akhir kata sekali lagi saya berterima kasih atas pujian “ahlinya dunia blogger” dari kang syahri, meski pujian itu tidak pas ditujukan pada saya namun akan saya jadikan cemeti untuk memecut diri sendiri agar lebih semangat lagi dalam berbagi solusi terhadap berbagai permasalahan yang sama-sama kita alami. Momennya juga pas. Saya lagi kurang bersemangat ngeblog karena grafik pengunjung di salah satu blog andalan saya dalam tiga bulan terakhir turun drastis. Padahal modal yang saya keluarkan di blog andelan itu lumayan besar dibanding blog lain.