Skip to main content

PENYEBAB IBU HAMIL KEGUGURAN

Apa penyebab ibu hamil keguguran? Pertanyaan ini penting bagi kita yang memiliki anggota keluarga yang sedang menunggu kelahiran bayi yang merupakan generasi penerus nan diidam-idamkan. Menjawab pertanyaan sensitif ini akan membuat kita sekeluarga menjaga agar peristiwa keluarnya embrio secara spontan dari kandungan dapat diwaspadai dengan ketat.

Semoga setelah ikhtiar dengan membaca artikel yang saya kutip dari berbagai sumber berikut membantu anda dan keluarga menjaga jabang bayi yang sedang berkembang di rahim sang ibu.

Keguguran bisa terjadi kapan saja di tiga semester perkembangan janin menjadi bayi. Keluarga saya sendiri harus rela melepas generasi penerus kami ketika masuk di trisemester terakhir kehamilan. Sebelum calon keponakan saya itu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, kondisi ibu sudah semakin lemah. Bahkan oleh dokter kandungan ipar saya diharuskan untuk bedrest agar bayi dan ibu selamat. Bukan hanya ipar saya saja yang meskipun sudah diinstruksikan oleh dokter untuk istirahat total dan kehilangan bayinya. Salah seorang kolega saya di kantor pun pernah diinstruksikan yang serupa (oleh dokter yang berbeda) karena ada tanda-tanda akan terjadi keguguran.

Penyebab Keguguran

Saat janin berkembang di rahim ibu terjadi sebuah proses pembentukan sebuah makhluk. Proses ini terjadi di trisemester pertama. Proses yang paling krusial dan paling tinggi resiko terjadinya keguguran menurut para ahli yang dikutip oleh situs alodokter. Penyebab tingginya resiko keguguran di 3 bulan pertama kehamilan disebabkan oleh keabnormalan kromosom bayi.

Kasus yang pernah dihadapi ipar saya jika merujuk situs alodokter kemungkinan disebabkan oleh infeksi yang terjadi disekitar janin dan disusul dengan ketuban pecah dini. Selain itu mulut rahim yang membuka sebelum waktunya juga bisa menjadi penyebab keguguran. Walaupun faktor kedua ini disebut sangat jarang terjadi.

Faktor-faktor penyebab keguguran
  1. ketidak seimbangan hormon
  2. kualitas sel sperma yang kurang bagus sehingga janin tidak terbentuk normal dan mudah gugur
  3. tindakan kuret yang tidak bersih karena ada jaringan yang tertinggal
  4. tumbuhnya kista pada rahim yang mengganggu penempelan plasenta
Sebab lain terjadinya keguguran yang berulang adalah terdapat banyak jaringan parut atau ikat pada tempat menempelnya plasenta. Hal ini terjadi karena saat melahirkan anak pertama tempat tersebut kurang dibersihkan sehingga darah yang dikirim ke plasenta tidak mencukupi. akibatnya janin kekurangan makanan dan terjadi keguguran

Kehamilan yang disebabkan oleh toksoplamosis, virus dalam kotoran urung atau kucing, atau virus amat jarang terjadi (menurut R.P. Ontowiryo H.P spesialis kandungan dari RS Ibu dan anak Harapan Kita; intisari April 2003). Namun untuk ibu hamil disarankan untuk tidak memelihara kucing selama mengandung agar terhindar dari virus tersebut. Selain tidak memelihara kucing ketika berbadan dua, ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi daging atau lalapan yang dimasak dengan matang. Hal ini bertujuan untuk menghindari virus yang mengkontaminasi daging atau lalapan yang dikonsumsi.

Gejala yang ditunjukkan apabila terkena Virus tokso biasanya hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening, umumnya pada leher bagian belakang dan sedikit demam. Yang perlu diwaspadai adalah kalau sampai terjangkit virus rubella (campak jerman). Pada wanita yang tidak hamil virus ini tidak membahayakan namun keadaannya berbeda jika ibu hamil yang terkena virus tersebut. Virus ini membuat korbannya merasakan demam ringan dan keluar bintik-bintik merah, jika tidak diwaspadai janin akan terinfeksi virus ini melalui plasenta.

Ontowiryo juga menjelaskan bahwa pasangan suami istri dapat melakukan hubungan intim dengan beberapa catatan yaitu memakai kondom dan tidak menindih perut istri. Jadi hubungan suami istri secara medis dapat dilakukan namun memperhatikan hal-hal yang telah disebut diatas.

Referensi:
Majalah Intisari (maaf saya lupa mencatat nomor volume dan tahun terbitnya)
https://www.alodokter.com/keguguran

Comments