"Da, Cukup Dua Anak Aja Ya"

anak pertama ketika berumur 3 bulan

“Da, cukup dua anak aja ya” kata wanita yang sedang memulihkan tenaga setelah operasi sesar di atas tempat tidur klinik bersalin.

Bukan soal ikut program pemerintah sampai istri meminta cukup dua anak saja. Di umurnya yang sudah lewat 30 tahun dan dua kali harus sesar untuk melahirkan putra dan putri kami, permintaannya untuk mencukupkan dua anak rasanya masuk akal. Kasihan juga melihat istri merintih kesakitan setelah proses melahirkan secara sesar dan sendu melihat beruntungnya tetangga sebelah yang lahiran normal sudah bisa berjalan (bahkan si tetangga gosipnya bisa lahiran normal tanpa jahitan).

Saya tidak mengiyakan atau menolak permintaannya. Kalau saya menolak dengan alasan anak adalah rejeki dari Allah, saya merasakan ketakutan dari istri untuk menjalani proses melahirkan melalui sesar lagi. Kalau saya iyakan cukup dua anak, Allah Maha Pemberi. Jika satu saat Allah percayakan lagi kehadiran seorang anak di keluarga kecil kami apakah kami akan menolaknya? Naudzubillahhi min dzalik. Semoga kami dilindungi dari perbuatan zalim tersebut.

Saya hanya mendengarkan saja sambil mengingatkan diri dan istri agar selalu bersyukur. Memang kami tidak diberi rejeki dengan istri lahiran normal tapi tidak banyak pasangan yang mendapatkan langsung sepasang anak di awal-awal pernikahannya. Ya umur pernikahan kami belum genap 5 tahun dan kami mendapatkan anugerah seorang putra dan seorang putri.

Bekas operasi sesar dikenal sebagai bekas luka lama sembuh. Bahkan setelah puluhan tahun sekalipun rasa sayatan, jahitan bahkan suntikan anastesi masih terasa bagi sebagian kecil ibu. Luka akibat operasi sesar tidak semengerikan luka yang diderita oleh orang terdiagnosis diabetes. Luka operasi sesar akan hilang dengan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter dan juga makanan kaya protein yang dikonsumsi.

Pada kehamilan anak kedua saya sangat bersyukur istri bisa menjaga konsumsi nutrisi yang tepat selama kehamilan. Jika saat kehamilan anak pertama istri kebanyakan mengkonsumsi karbohidrat, baik dari roti/nasi dan makanan berbahan tepung lainnya, pada kehamilan anak kedua istri lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Bukan tidak makan nasi maupun roti sama sekali ya, tapi lebih menjaga agar nanti tubuhnya tidak terlalu gendut. Mengembalikan berat badan tubuh seperti saat sebelum melahirkan merupakan pekerjaan besar bagi seorang istri. Suami harus bantu baik selama proses kehamilan maupun pasca melahirkan.

Satu vitamin yang selalu diberikan dokter kepada istri untuk dikonsumsi (dari anak pertama hingga saat kehamilan anak kedua) adalah kalsium. Pentingnya asupan kalsium selama kehamilan diantaranya adalah agar tidak terjadi pengeroposan tulang belakang atau lebih dikenal dengan osteoporosis. Hal ini terjadi karena nutrisi atau makanan yang dikonsumsi oleh ibu diambil oleh janin untuk berkembang menjadi bayi. Kalsium biasanya didapat saat mengkonsumsi susu, jadi bisa ditebak kalau setiap hari didalam tas istri tersedia satu kotak minuman susu. Selain susu, kalsium juga bisa didapat dalam sayuran mentimun, brokoli, selada, kol, bayam dan biji wijen.

Selain kalsium, saya perhatikan kalau istri sering mengkonsumsi kacang almond. Terkadang saya juga ikut icip-icip kalau beliau memesan makanan ini secara online. Di dalam kacang almond terdapat zat yang disebut asam folat. Fungsinya agar janin atau calon bayi tidak mengalami cacat seperti cacat otak, cacat jantung, cacat mulut dan mencegah bayi lahir secara prematur.

Untuk pengetahuan tentang berbagai kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil, istri saya jagonya. Berbekal smartphone ia banyak mencari tahu apa yang bermanfaat untuk kehamilan dan apa yang sebaiknya dihindari. Bukan saya tidak mau tahu dan menyerahkan persoalan kehamilan kepada kekasih tersayang, kalau saya ikut-ikutan kita malah debat. Dan sebaik-baiknya suami adalah yang menghindari berdebat dengan istri yang lagi hamil. Coba aja deh.

Orang tua saya pun berpendapat sama dengan istri meski belum bertemu secara langsung. Malah mereka membesarkan hati kami dengan mengatakan kalau kami sudah kaya. Banyak keluarga yang mencari kesimbangan dengan kehadiran anak laki-laki atau anak perempuan dalam keluarga mereka. Kami sudah mendapatkannya dalam umur pernikahan yang masih dibilang belia.

Semoga teman-teman diberi rejeki agar istri bisa melahirkan dengan normal sebagaimana tetangga saya di klinik bersalin.

Post a Comment

1 Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Mari berdiskusi dengan sehat.