Shared Hosting Wordpress Fastcomet: Sebuah Review

Saya sedang merencanakan untuk migrasi dari blogger ke selfhosted wordpress untuk blog saya yang beralamat di www.kandrawilko.info.

Setelah lama menggunakan blogger saya merasa blog yang hosting di anak perusahaan google ini belum maksimal dalam menarik trafik untuk mendapatkan dolar dari program adsense. Blogger.com memang memberikan banyak kemudahan bagi saya untuk belajar tentang website khususnya blog akan tetapi jika adsense masih belum bisa dicairkan, masalah akan timbul.

Ada banyak aplikasi berbasis content management system yang terdapat di dunia maya. Beberapa yang saya kenal adalah wordpress, joomla, dan drupal. Dari ketiga aplikasi cms ini saya sering menggunakan wordpress. Karena saya juga mempunyai akun di wordpress.com jadi fitur-fitur yang ada di dalamnya harusnya tidak jauh berbeda.

Keunggulan Wordpress menurut saya

#1 Mudah digunakan bahkan untuk seorang newbie sekalipun.

#2 Wordpress mempunyai banyak plugin yang membantu untuk terindeks dan terlihat di Mesin Pencari

#3 Mudahnya penggunaan fitur

#4 Lebih mudah mendatangkan traffik ke blog dengan jaringan dari automatic.

Poin empat yang menjadi titik concern saya saat ini.

Saya mempunyai blog di wordpress.com dan blogger.com yang saya gunakan hampir sama waktunya, sekitar tahun 2008. Tapi traffic blog di wordpress malah jauuh lebih baik daripada blog yang terdaftar di blogger. Begitupun penghasilan.

Di blog wordpress saya menggunakan WordAds, program penerbitan iklan jaringan Automatic. Dan hingga tulisan ini dibuat, penghasilan WordAds lebih baik daripada program Adsense yang saya tempatkan di blogger.

Pengalaman Menggunakan Shared Hosting Indonesia, niagahoster

Sebelumnya saya pernah mencoba shared hosting dari salah satu indonesia wordpress hosting, niagahoster. Harga yang cukup terjangkau dan juga kemudahan untuk membayar layanan adalah pertimbangan saya menggunakan situs niagahoster untuk blog baru saya.

Masalah muncul setelah menggunakan layanan selama setahun.

Berdasarkan laporan dari plugin jetpack yang memonitor kesehatan situs saya blog baru yang saya beli di niagahoster mengalami sitedown minimal satu kali dalam seminggu. Masalah ini tidak lama memang. Kadang hanya berlangsung beberapa detik, tapi pernah juga berlangsung selama beberapa menit. Saya juga heran kenapa bisa down blog baru saya tersebut karena jumlah postingan yang saya terbitkan baru beberapa dan juga pengunjungnya tidak sampai 100 per hari.

Ketidaknyamanan yang kedua yang saya rasakan adalah pada saat renewal layanan hosting dan domain di situs tersebut. Ketika membeli hosting, niagahoster memberikan domain gratis yang, dalam bahasa marketingnya gratis, bisa digunakan selamanya. Ternyata janji domain gratis selamanya ini dibebankan biaya pembelian/sewa domain ke pembeli pada saat renewal.

Bagi saya memaintain dua domain saja sudah berat apalagi menambahkan satu domain lagi.

Tujuan awal saya menggunakan layanan niagahoster adalah kemudahan dalam pembayaran dan biaya yang terjangkau serta menghindari pemakaian kartu kredit. Di dalam keyakinan saya kartu kredit adalah transaksi yang harus dihindarkan karena sifatnya bisa membelit pemegangnya hingga akhir hidup.

Tapi karena itu tadi, layanan niagahoster yang tidak memuaskan membuat saya harus kembali menggunakan kartu kredit. Semoga saya bisa menjadikan kartu kredit ini sebagai barang produktif dibanding konsumtif.

Dari hasil pencarian saya di beberapa tulisan dan artikel tentang shared hosting (pilihan yang masih realistis bagi saya) saya menemukan beberapa rekomendasi situs layanan hosting dan domain dari luar negeri.

Perbandingan Biaya Shared Hosting Beberapa Situs Luar

Ketika pertama kali saya berkenalan dengan bisnis online, saya mendapatkan rekomendasi untuk hosting di situs hostgator, godaddy, bluehost, siteground dan dreamhost. Sekarang ternyata situs penyedia layanan hosting di luar negeri sudah semakin banyak, dan kenalan saya di komunitas penerbit iklan Adsense di googleplus merekomendasikan FastComet.
SitusShared HostingVPS
Bluehost21.99/m29.99/m
Siteground3.95/m-
GoDaddy3.99/m24.99/m
Fastcomet3.95/m49.95/m
Hostgator9.06/m19.95/m
Dreamhost-
24.95/m
Sebagai seorang blogger yang masih belum bisa dibilang berhasil dalam bisnis online, harga sewa hosting yang terjangkau tentu menjadi pilihan yang logis. Dari daftar diatas saya melihat Godaddy dan FastComet sebagai tempat hosting untuk blog baru saya.

Kenapa saya memilih FastComet telah saya sampaikan diatas. Untuk hosting di Godaddy saya memilihnya karena domain www.kandrawilko.info saya beli di situs tersebut. Jadi secara teknis, sepengetahuan saya, untuk sikronisasi hosting dan domain bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Selain biaya hosting yang akan dibebankan kepada pengguna hal lain yang harus diperhatikan adalah reputasi. Dalam artikelnya wpbeginner menjelaskan bahwa ada beberapa perusahaan hosting yang tidak mempunyai reputasi yang baik. Ada perusahaan hosting yang langsung menonaktifkan akun anda tanpa informasi terlebih dahulu ketika blog anda mulai populer dan kebanjiran trafik. Sayang wpbeginner tidak menjelaskan perusahaan hosting mana yang melakukan hal tersebut. Tapi setidaknya hal ini membuat saya lebih berhati-hati dan juga lebih bijak dalam menentukan pilihan.