@mata_indigo dan Twitter Marketing

Banyak pencarian yang masuk ke blog kandrawilko.info dengan kata kunci @mata_indigo. Alhamdulillah karena pada tool uber suggest yang saya pakai di chrome data menunjukkan jika akun twitter tersebut dicari hingga seribu kali dalam sebulan.

Rasanya cukup bagus untuk diambil pelajaran tentang twitter marketing terkait dengan akun @mata_indigo ini. Meskipun kebanyakan dari topik yang dibahas oleh akun twitter ini masalah-masalah politik, ada baiknya kita mencontoh apa yang telah dicapai oleh akun tersebut agar bisnis online yang kita lakukan bisa mendapatkan keuntungan.

Siapa itu @mata_indigo? Tidak ada yang tahu. Inilah keunikan twitter. Hampir kebanyakan penggunanya adalah pseudonym atau malah anonym. Meskipun tidak menampilkan nama asli akun-akun pseudonym dan anonim tersebut malah berjaya dibandingkan akun-akun yang official. Akun twitter ofisial atau resmi yang saya maksud disini adalah akun-akun perusahaan atau akun personal public figure.

Teman saya yang pernah bekerja disebuah agency periklanan digital pernah bercerita jika para akun pseudonim dan anonim in malah dipekerjakan oleh brand-brand tertentu untuk mencapai target marketing. Ada perusahaan yang ingin brandnya naik dalam beberapa bulan, ada yang menargetkan jumlah follower fan page atau akun twitter officialnya.

Kembali ke akun @mata_indigo tadi. Sebagai sebuah akun pseudonim, akun ini mendapatkan perhatian yang semestinya dari para pengguna twitter yang lain. Hingga tulisan ini diterbitkan jumlah follower @mata_indigo mencapai 250 ribu. Jadi sangat potensial untuk menjadi pasar bagi sebuah produk.

Sayangnya kebanyakan status twitter @mata_indigo membahas masalah-masalah politik. Jadi pihak brand yang mau bekerja sama harus berpikir dua kali agar bisa menggunakan akun ini untuk pemasaran. Masih dari teman saya yang pernah bekerja di agency digital marketing jakarta, ia mengatakan jika sebuah brand/produk menunjukkan keberpihakannya pada sebuah gerakan politis, kemungkinan produknya ditinggalkan konsumen lebih besar dibandingkan sebuah black campaign dari lawan produk tersebut.