Skip to main content

Mahar Pembawa Celaka

Pesan Rasullullah kepada umatnya yang akan menikah adalah dengan memberikan kemudahan pada prosesnya. Bagi perempuan, Rasul menganjurkan agar memurahkan mahar. Bagi laki-laki, Rasul menganjurkan agar menyanggupi apa yang diinginkan perempuan sebagai mahar.

Namun anjuran Rasul tidak sepenuhnya dijalankan oleh umatnya. Tidak sedikit perempuan yang malah mempersulit mahar yang diminta kepada pihak laki-laki. Kalau tidak perempuan yang akan menikah, orang tua perempuan yang membuat masalah.

Pelajaran dari Dubai setidaknya bisa menjadi pelajaran bagi kita bagaimana untuk bersikap terhadap mahar ini. Dikisahkan kompas dari Gulfnews, sebuah pernikahan hanya berlangsung lebih kurang 15 menit setelah akad berlangsung.

Pernikahan tersebut menjadi singkat dikarenakan mahar. Sang pria harus memberikan mahar sebesar 100 ribu dirham (atau lebih kurang 386 juta) kepada pihak perempuan.

Pemberian mahar tidak dilakukan sekaligus tetapi melalui dua tahapan. Tahap pertama pengantin pria memberikan 50 ribu dirham yang diserahkan saat surat pernikahan ditandatangani oleh kedua mempelai di gedung pengadilan. Sedangkan 50 ribu dirham sisanya akan diberikan setelah meninggalkan gedung pengadilan.

Masalahnya muncul ketika pasangan yang baru menikah ini meninggalkan gedung pengadilan di Dubai. Di pintu keluar ayah pengantin wanita mendesak pengantin pria untuk melunasi sisa mahar pernikahan. Sisa uang mahar yang akan diberikan kepada pihak wanita disimpan oleh pengantin pria didalam mobilnya yang terparkir.

Pengantin pria diceritakan telah menyampaikan kepada mertuanya jika uang 50 ribu dirham yang merupakan sisa mahar ada didalam mobilnya. Akan tetapi mertua barunya tidak percaya dan meminta temannya untuk mengambil uang yang disebutkan berada didalam mobil.

Merasa tersinggung oleh perlakuan mertua, pengantin pria langsung mengatakan akan membatalkan pernikahan dengan putrinya.

Jadi begitulah.

Mahar yang tidak diberikan secara tunai telah membuat sebuah keluarga baru pecah. Sungguh menyedihkan baik bagi para mempelai maupun keluarga mereka. Peristiwa yang harusnya memberikan kebahagiaan harus berakhir menjadi sebuah aib yang memalukan.

Pelajaran yang dapat kita ambil dalam kisah diatas tadi adalah:

  1. mudahkan mahar.

  2. jagalah perasaaan masing-masing

Comments