Kategori
catatan

Kuliah S1 Berapa Tahun Sih?

Hayo… mau berapa lama kamu mendapatkan ijazah Sarjana itu?

Tau ga, saya rasa jarang pelajar sekarang yang memiliki pertanyaan tersebut. Kenapa saya sebut jarang? Soalnya dari pengamatan saya sendiri banyak pelajar yang tidak memiliki cita-cita yang jelas untuk hidup mereka. Sepertinya pelajar-pelajar itu tidak peduli kuliah berapa tahun dan apa yang bakal terjadi kalau tidak serius menghadapi masa perkuliahan.

Makanya saya senang banget mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari calon-calon mahasiswa di email yang dikirim melalui halaman kontak. Beberapa pertanyaan dari calon-calon pemimpin Indonesia di masa depan yang saya terima pertanyaannya kurang lebih seperti:

  • “kak, kuliah itu berapa tahun?” atau
  • “om, Kuliah S1 sampai berapa semester?” atau
  • “bang, 8 semester berapa tahun?”

dan …

… Saya sangat senang mendapatkan pertanyaan-pertanyaan diatas. Take it from me, kalau kamu benar-benar mempersiapkan masa depan dengan baik maka tidak ada penyesalan nantinya di masa depan.

Saya termasuk orang yang menyesal karena terlambat untuk menyelesaikan kuliah. Meskipun tidak sangat terlambat seperti para senior yang saya temukan ketika pertama kali ngampus, tetap saja saya merasa nyesek. Ketika teman saya sudah bekerja dan sebagian kecil sudah mulai berumah tangga, saya baru mencari kerja. Bersaing dengan yunior-yunior saya yang lulus di tahun yang sama dengan saya.

Begitulah saya bilang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembaca blog yang saya dapatkan melalui email saya sedikit mengalami kesulitan.

Namun saya berharap kamu bisa belajar dari pengalaman saya yang tidak sesempurna ini.

Berapa Biaya Kuliah untuk 4 Tahun

Pernah tidak kamu dan orang tua menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah? Saya rasa hanya sebagian kecil yang melakukan hal tersebut. Kebanyakan dari kita mungkin hanya mengatakan pada ortu, “Pa / Ma, aku mau kuliah di Universitas X. Soalnya bla..bla…bla…”

Untuk urusan berapa uang yang dibutuhkan untuk kuliah seperti uang semesteran, uang untuk beli buku, dana untuk sewa kos-kosan, dan printilan lainnya kita serahkan pada orang tua. Mereka nanti yang mencari uang untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan kita. Tidak salah sepenuhnya memang. Orang tua memang bertanggung jawab untuk membekali kita baik secara finansial maupun psikologis.

Namun akan lebih baik jika kita juga ikut dalam membahas keperluan finansial untuk kuliah tersebut bersama mereka. Fungsinya satu. Agar ada motivasi lebih dari diri kita untuk mendapatkan prestasi secara akademik dan mulai belajar bertanggung jawab dengan keputusan yang kita ambil.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi berapa semester dalam kuliah dijalani oleh seseorang. Contohnya

  • apakah jurusan yang diambil oleh mahasiswa tersebut sesuai dengan minat dan bakatnya,
  • Apakah mahasiswa itu tok hanya kuliah atau ia juga mencari nafkah sembari kuliah,
  • Bagaimana kemampuan seseorang dalam mengikuti perkuliahan, dan lain sebagainya.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas berapa lama kuliah seseorang itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Makanya sebagai seorang calon mahasiswa saya sarankan banyak mencari informasi tentang perkuliahan.

Selain pertanyaan semester kuliah ada berapa untuk lulus sarjana, bagi calon mahasiswa perlu tahu juga apa itu sks dalam kuliah. Idealnya dengan tidak ada ospek calon mahasiswa harus banyak mencari informasi agar bisa membantu percepatan proses belajar di perguruan tinggi dan juga merancang rencana masa studinya.

Kuliah S1 berapa semester idealnya untuk diselesaikan?

Menurut pendapat saya sebaiknya kuliah untuk gelar sarjana S-1 diselesaikan dalam 4 tahun atau 8 semester. Jika terpaksa maka usahakan untuk menyelesaikan kuliah maksimal dalam 6 tahun.

Jika anda terpaksa menyelesaikan kuliah selama 6 tahun anda harus bertekad untuk menjadi lulusan terbaik di kampus. Mungkin anda akan merasa bingung karena ada orang disekitar anda yang kuliah lebih dari durasi waktu yang saya sebutkan. Hal ini membuat anda menjadi galau dan bertanya-tanya “kuliah itu sampai berapa semester sih?”

Pembahasan kuliah itu berapa tahun saya coba fokuskan dipendidikan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana S-1. Dengan memfokuskan di satu proses ini saya bisa dengan mudah menyampaikan apa yang saya alami dalam menyelesaikan kuliah sastra inggris.

Jumlah semester dalam kuliah sastra inggris yang saya jalani totalnya adalah 10 semester. Saya masuk ke jurusan bahasa dan sastra inggris Universitas Negeri Padang di tahun 2002 dan saya lulus di tahun 2007. Jadi anda bisa menyimpulkan jawaban atas pertanyaan semester kuliah itu berapa bulan.

Jika anda tidak menyelesaikan dalam jangka waktu yamg diberikan maka kemungkinan besar anda akan diberi 3 pilihan

  • Memperpanjang studi dalam 1 atau 2 semester. Artinya anda harus selesai kuliah dalam semester ke 7 atau 8
  • Mengundurkan diri
  • Drop out

Untuk menyelesaikan satu gelar sarjana anda akan mengikuti 145 sampai 147 mata kuliah. Saya sendiri menyelesaikan kuliah sastra inggris setelah menyelesaikan 57 mata kuliah sastra inggris.

Sebelum menjawab pertanyaan kuliah itu berapa tahun, saya ingin anda menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini,

  • kenapa kamu ingin kuliah?
  • Apakah kamu kuliah karena orang tua?
  • Apakah kamu kuliah karena teman anda kuliah?
  • Apa kamu kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang meningkatkan taraf hidup keluarga?

Kenapa saya menanyakan hal-hal diatas kepada kamu? Bukan langsung menjawab pertanyaan yang mudah itu? Pertama saya ingin kamu kembali pada tujuan kenapa kuliah?

Dalam Islam ada hadist yang berbunyi innama amalu binniyaat. Segala sesuatu berawal dari niat.

Begitu pun kuliah.

Jika anda niat kuliah karena orang tua yang ingin agar anda kuliah, tanyakan kenapa? Lihat keadaan keluarga anda. Saya ingin memberikan contoh pada anda. Contoh ini tidak jauh karena ia berasal dari saya sendiri. Jadi semoga anda bisa mendapatkan pelajaran darinya.

Setelah selesai sekolah di kota Bukittinggi dan mendapatkan berita kelulusan Evaluasi Belajar Tahap Akhir saya bersiap diri untuk kuliah. Orangtua saya sangat mengharapkan agar anak-anaknya jadi Orang.

Maksudnya bukan selama ini saya kera dan berevolusi jadi manusia seperti kata si Darwin. Tetapi menjadi individu yang sukses dengan simbol yang berlaku yaitu mempunyai mobil, rumah, istri yang cantik, dan anak yang banyak.

Banyak orang yang dikenal oleh orang tua saya menjadi ORANG karena gelar sarjana. Karena itu mereka berusaha dengan sangat keras agar saya dan adik-adik mendapatkan gelar sarjana. Tujuannya satu agar kami, anak-anaknya, tidak senasib seperti mereka.

Orangtua saya sendiri tidak memiliki pendidikan tinggi karena situasi ekonomi keluarga mereka. Ibu saya mempunyai banyak saudara dan pendidikan paling tinggi yang diusahakan oleh kakek dan nenek saya hanya setingkat SMA. Begitu pula ayah saya.

Karena pengalaman mereka tersebut saya dan adik-adik selalu di pecut agar berprestasi dan semangat sekolah. Saya masih ingat ketika orang tua saya marah karena malas belajar, mereka memarahi saya dengan mengatakan “mau jadi tukang angkat dipasar kamu?”

Tentu saja saya tidak mau. Dan itu membuat saya dan adik-adik selalu paksa untuk mendapatkan yang terbaik.

Saya pun menyelesaikan sekolah menengah atas dengan prestasi yang membuat Ibu terharu. Mendapatkan peringkat ketiga dikelas (selama ini tidak pernah masuk rangking 10 besar) dan menjadi salah satu lulusan terbaik.
Setelah ebtanas saya pun merasa euforia kuliah sedang mewabah, termasuk saya. Pembahasan di sekolah tidak luput dari memilih jurusan di perguruan tinggi.

Saya sendiri memilih untuk kuliah di jurusan sastra. Pilihan sementara saya kala itu adalah sastra perancis. Tapi orang tua dan kerabat saya menganjurkan agar saya masuk sastra inggris. Orang tua saya melihat bakat saya untuk bahasa inggris diatas rata-rata. Soalnya mereka melihat teman-teman saya banyak yang bertanya jika ada soal bahasa inggris kepada saya. Dan dari kecil saya juga dilihat banyak belajar bahasa inggris sendiri dengan perantaraan film kartun.Pilihannya hampir seragam yaitu kuliah di luar kota karena budaya orang minang adalah merantau.

Karena euforia itu kami tidak membuat rencana berapa lama kuliah di jurusan yang kami pilih. Saya sendiri akhirnya lulus setelah lima tahun menjalani kehidupan kuliah. Lama kuliah saya ini masih terhitung standar karena jurusan sastra inggris di perguruan tinggi yang saya pilih masih tergolong baru.

Umumnya untuk menyelesaikan sebuah perkuliahan adalah 4 tahun. Jika kampusnya memiliki fasilitas perkuliahan lengkap mulai dari dosen hingga alat-alat bantunya, sebaiknya usahakan menyelesaikan kuliah kurang dari 4 tahun.

Ini alasan saya mengatakan hal tersebut.

Lapangan kerja bagi fresh graduate itu mempunyai persaingan yang cukup tinggi. Jika kamu tidak menyelesaikan kuliah dengan jangka waktu normal, kamu akan tergencet dalam persaingan di dunia kerja.

Orang yang sudah bekerja pun akan memilih perusahaan yang sama dengan fresh graduate. Anda akan mengetahui alasannya di lain waktu.

Semakin lama kita kuliah beban ekonomi keluarga kita akan semakin tinggi

Saya merasakan kondisi ini karena orang tua saya tidak mampu. Ayah saya bekerja sebagai kontraktor swasta yang sangat bergantung pada proyek pemerintah. Sedangkan Bunda bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Bukittinggi.

Saya sendiri merupakan anak tertua dari 4 bersaudara. Waktu saya kuliah hampir semua adik-adik saya juga sedang sekolah. Meskipun saya tidak tahu persis bagaimana kesulitan orang tua saya untuk mendapatkan penghasilan agar kami bisa sekolah/kuliah, saya merasa harus meringankan beban mereka.

Makanya saya lumayan rajin untuk mencari informasi beasiswa. Alhamdulillah meski besar paling tidak saya pernah merasakan beasiswa Gudang Garam, BBM dan satu lagi saya lupa namanya beasiswanya. Yang membuat saya heran ada beberapa dari mahasiswa sekarang yang ANTI mendapatkan beasiswa. Sepertinya malu banget mendapatkan beasiswa. Padahal ada beberapa kawan yang tidak beruntung mendapatkan beasiswa harus berjuang dengan berdagang atau berjualan.

Usahakan untuk mendapatkan beasiswa saat kuliah. Mungkin nilainya kecil dalam pandangan tetapi beasiswa tersebut dapat mengurangi beban dari orang tua kita.

Jika anda mendapatkan beasiswa maka secara tidak langsung meringankan beban orang tua. Selain itu anda juga menolong biaya sekolah saudara anda yang lain.

Semoga kisah yang saya bagi dan juga saran yang saya sampaikan bisa menjawab pertanyaan kamu mengenai kuliah itu berapa tahun. Jangan lupa jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar atau hubungi saya lewat email melalui form kontak, saya akan berusaha menjawab pertanyaan kamu.

Jangan Lupa bagikan artikel ini agar bisa bermanfaat juga bagi teman-teman atau keluarga kamu.

22 replies on “Kuliah S1 Berapa Tahun Sih?”

Jadi kk, skrg kerja sebagai apa?, apakah ilmu2 yg didapat selama kuliah, membantu banyak untuk pekerjaan mu saat ini? Saya ini calon mahasiswa, tapi saya masih ragu ,apakah seharusnya saya lebih baik lansung mencoba berbisnis atau kuliah,soalny saya takut habis waktu dan uang di pakai buat kuliah, tapi setelah keluar,malah ga dapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi atau tidak membantu apa2 untuk berbisnis

Kk,boleh nanya sekarang kk kerja sebagai apa? Apakah hasil kuliahnya membantu pada pekerjaan nya , apakah sekarang mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi? Saya ini calon mahasiswa, saya masih ragu, apakah seharusnya saya kuliah atau lansung mencoba berbisnis, sebab saya takut kalau udah kuliah, udah habis uang habis waktu 4-6tahun ,terus tidak membantu apa2 dan tidak mendapat pekerjaan yang bagus dengan gaji tinggi, jika ada yang menyinggung saya minta maaf, saya hanya ingin meminta saran ya. Terima kasih

Halo Felix
Pertanyaannya sangat bagus.
1. Saya saat ini bekerja di sebuah perusahaan asuransi di Jakarta Selatan.
2. Latar pendidikan saya sangat membantu untuk pekerjaan. Khususnya saat melakukan korespondensi dengan klien yang umumnya menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar.
3. Baiknya kuliah atau langsung bisnis ya? Menurut saya lebih baik kuliah. Ambil jurusan yang felix suka dan minati. Sembari kuliah Felix juga bisa memulai bisnis. Orang mungkin masih terkesima dengan Mark Zuckerberg yang menjadi milyuner di usia muda dengan facebooknya, atau dengan Bill Gates dan Microsofnya. Tapi selain mereka top 100 orang terkaya menurut forbes memiliki gelar sarjana. Bahkan sampai mendapatkan gelar master (S-2).
4. Kalau bahas gaji relatif lah ya. Orang yang gaji 20 juta rupiah pun di perusahaan minyak nasional masih merasa kurang karena banyak pengeluaran. Gaji 4 juta rupiah di perusahaan kecil akan terasa besar jika pandai mengelolanya.
Jadi jangan ragu Felix, kalau bisa kuliahlah di bisnis yang akan digeluti. Semoga saran saya bisa diterima yah.

Artikel ini sangat bermanfaat sekali terima kasih banyak atas informasi, sarannya. Habis dikasih pencerahan sama mama tentang kuliah, dunia pekerjaan terus search di google tentang kuliah2 trs nemu blog ini. Jadi makin paham dan uda mulai menyiapkan sejak skrg. Meskipun aku baru masuk kls 10. Tapi mama blg sm aku "kalo sebaiknya dipersiapkan mulai dr skrg". Aku masih labil ttg jurusan kuliah, pekerjaan, dll. Hrs byk2in baca artikel dan hrs sering2 dpt pencerahan☺

Halooo..
Saya yolanda…
Saya mau tanyaa.
Menurut kak kuliaj bisnis/manajemen bagus gak kk?
Sebelumnya aku masih ragu kak kuliah apa enggak,,

Halo yolanda,
Kenapa kamu ragu mau kuliah / enggak?
Kalau kamu ragu untuk kuliah, saya ga bisa jawab apakah jurusan bisnis/manajemen itu bagus

Kak , sya bingung mau kuliah atau enggak. Kalok kuliah bingung mau ambil jurusan apa, sedang kalok enggak kuliah saya kurang banyak kenalan yang membuat saya menjadi kendala.tolong dong kak saran nya?
Terimakasih

Halo Rizka
Kalau skripsi dan KKN biasanya bakal dapat di semester 7 atau 8. Kalau materi kuliah sama praktikumnya tiap semester karena bagian dari kuliah di jurusan.

Halo Bowo
Mulailah dari minat dan cita-cita kamu untuk memilih jurusan. Saran saya kuliahlah, sebab di masa depan orang yang tidak kuliah akan sulit mendapatkan pekerjaan. Saya sendiri sedih liat teman-teman di kantor yang tidak kuliah. Karir mereka mentok di level non-staf.
Kalau pilihannya harus bekerja, jangan menyerah hanya karena kurang banyak kenalan. Kalau harus mencari kenalan atau bangun jaringan, cobalah jadi sales. Bukan MLM ya, tapi sales motor/property/agen asuransi dan lain-lain. Paksa diri untuk selalu punya kenalan baru setiap hari, jangan pikirkan dulu soal target penjualan. Setelah dapat kenalan baru, buat hubungan itu erat, jaga silaturahim. InsyaAllah nanti pintu rejeki terbuka.
Semoga membantu saran saya

Hallo Ka Saya Anastasia
Saya mau Tanya, kalau kulia di Kampus yg Masih Terakreditasi C, apa Nanti nyari Kerja itu Susah dapatnya ya ka?
Trima Kasih.

Artikel yg sangat membantu sekali ,walaupun saya belum bisa kuliah karena faktor biaya jadi harus bekerja menabung terlebih dahulu , Semangat ya buat kalian yg udah masuk kuliah

Halo kak! Saya Muh. Aldy Syahbannur
Sebelumnya saya mau minta saran.
Saya bingung, lebih baik saya melanjutkan kuliah di STKIP atau Universitas karena Ibu saya menyarankan saya untuk kuliah di STIKP karena lokasinya yang dekat dengan lingkungan. Tetapi saya ragu karena kuliah di STKIP merupakan kampus Swasta dan saya lebih tertarik kuliah Universitas dimana kampus tsb memiliki mata kuliah yang saya minati tetapi lokasinya cukup jauh dan memerlukan biaya yang cukup mahal (20.000.000 sangat berat) dan untuk kuliah di STKIP biaya akan ditangani ibu saya meskipun agak meragukan. Jadi, apakah saya harus melanjutkan kuliah di STKIP/Universitas atau Kerja dulu untuk biaya kuliah?

Saya masih kelas 1 smk bisnis management jurusan pemasaran. Kuliah s1 ada mnyusun skripsi kah?kalau ada susun skripsi susah atau gampang ya ?soalnya masalah nya di skripsi bnyak yg blg skripsi ga boleh salah nantii dosen suruh ngulang benerkah kak?
Saya mau kuliah karena mau kerja lebih gampang utk masa depan juga 🙂

Halo,
1. skripsi untuk menyelesaikan pendidikan s1 itu ada dan umumnya untuk semua perguruan tinggi menulis skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana.
2. betul. ada skripsi yang diulang dan ada yang tidak. banyak faktor yang mempengaruhinya. salah satunya adalah permasalahan atau topik penelitian yang kita angkat.

Terima kasih artikelnya sangat membantu..

saya lulusan SMK saat ini saya sudah berkerja disalah satu perusahaan sebagai staff purchasing.. yang saya tanyakan apakah saya masih bisa melanjutkan kuliah mengingat saya libur kerja hanya dihari minggu saja..jika saya mengambil S1 berapa lama waktu yang harus saya tempuh…

sebenernya saya sudah tidak memerlukan kuliah lagi karena saat ini saya sudah mendapatkan pekerjaan yang layak/ cukuplah menurut pribadi saya
dan saya masih bisa bersaing dengan teman sekantor saya yang rata2 lulusan kuliahan dan untuk gaji tidak jauh beda…
hanya hati kecil saya sering berkecamuk .. saudara2 saya rata2 kuliah semua saya suka minder dengan mereka bukan dalam segi materi ya tapi dalam segi ilmu dan pengabdian ke masyarakat luas saya merasa tidak punya itu saya merasa terlalu instant untuk mendapatkan apa yang saya dapat sekarang ini .. dilain sisi saya ingin juga memanfaatkan sisa2 hidup saya untuk bisa terus belajar dan meraih pendidikan setinggi mungkin sama yang telalh dilakuakn almarhum ayah saya …minta masukan dan bimbinganya pak kandra.

terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *