Kuliah Itu Berapa Tahun Sih? Ini Jawabannya

Saya sering mendapat pertanyaan dari pengunjung blog

"kak, kuliah itu berapa tahun?" atau

"om, Kuliah S1 sampai berapa semester?" atau

"bang, semester kuliah ada berapa?"

Saya sangat senang mendapatkan pertanyaan-pertanyaan diatas.

Artinya kamu yang saat ini baru mulai kuliah, sudah mempersiapkan masa depan kamu dengan tidak ingin berlama-lama di kampus.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembaca pencaricerah.com diatas saya sedikit mengalami kesulitan.

Apa itu?

Soalnya saran yang saya berikan di tulisan kuliah itu berapa tahun? berbeda sedikit dengan pengalaman.

Jangan lewatin 7 Cara Berpakaian Untuk Mahasiswa Baru

Namun saya berharap kamu bisa belajar dari pengalaman saya yang tidak sesempurna tulisan ini.

Mungkin yang bertanya sedang menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah atau mungkin juga sedang merencanakan apa yang bisa ia lakukan disela-sela perkuliahan.

Berdasarkan pertanyaan yang beberapa kali muncul di kolom komentar beberapa postingan saya dua kategori tersebut yang dapat saya simpulkan. Oleh karena itu saya mencoba untuk menjawab dengan sepengetahuan saya dan juga pengalaman saya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi berapa semester dalam kuliah dijalani oleh seseorang. Contohnya apakah jurusan yang diambil oleh mahasiswa tersebut sesuai dengan minat dan bakatnya, Apakah mahasiswa itu tok hanya kuliah atau ia juga mencari nafkah sembari kuliah, Bagaimana kemampuan seseorang dalam mengikuti perkuliahan, dan lain sebagainya.

[bluebox]Bonus: Pekerjaan admin pencaricerah selain nulis di blog pencaricerah.com apa sih? Jawabannya Marketing Support. Temukan lika-liku perjalanan saya sebagai pegawai kantoran berdasi di link tersebut [/bluebox]

Seperti yang telah saya sebutkan diatas berapa lama kuliah seseorang itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Makanya sebagai seorang calon mahasiswa saya sarankan banyak mencari informasi tentang perkuliahan. (baca: informasi kuliah sastra inggris)

Selain pertanyaan semester kuliah ada berapa untuk lulus sarjana bagi calon mahasiswa perlu tahu juga apa itu sks dalam kuliah. Idealnya dengan tidak ada ospek calon mahasiswa harus banyak mencari informasi agar bisa membantu percepatan proses belajar di perguruan tinggi dan juga merancang rencana masa studinya.

Kuliah S1 berapa semester idealnya untuk diselesaikan? Menurut pendapat saya sebaiknya kuliah untuk gelar sarjana S-1 diselesaikan dalam 4 tahun atau 8 semester. Jika terpaksa maka usahakan untuk menyelesaikan kuliah maksimal dalam 6 tahun.

Jika anda terpaksa menyelesaikan kuliah selama 6 tahun anda harus bertekad untuk menjadi lulusan terbaik di kampus. Mungkin anda akan merasa bingung karena ada orang disekitar anda yang kuliah lebih dari durasi waktu yang saya sebutkan. Hal ini membuat anda menjadi galau dan bertanya-tanya "kuliah itu sampai berapa semester sih?"

15 Hal Yang Perlu diketahui oleh Mahasiswa Baru

Pembahasan kuliah itu berapa tahun saya coba fokuskan dipendidikan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana S-1. Dengan memfokuskan di satu proses ini saya bisa dengan mudah menyampaikan apa yang saya alami dalam menyelesaikan kuliah sastra inggris.

Baca: Kuliah di Jurusan Akuntansi itu Susah Ga Sih?

Jumlah semester dalam kuliah sastra inggris yang saya jalani totalnya adalah 10 semester. Saya masuk ke jurusan bahasa dan sastra inggris Universitas Negeri Padang di tahun 2002 dan saya lulus di tahun 2007. Jadi anda bisa menyimpulkan jawaban atas pertanyaan semester kuliah itu berapa bulan.

Jika anda tidak menyelesaikan dalam jangka waktu yamg diberikan maka kemungkinan besar anda akan diberi 3 pilihan

  1. Memperpanjang studi dalam 1 atau 2 semester. Artinya anda harus selesai kuliah dalam semester ke 7 atau 8

  2. Mengundurkan diri

  3. Drop out


Untuk menyelesaikan satu gelar sarjana anda akan mengikuti 145 sampai 147 mata kuliah. Saya sendiri menyelesaikan kuliah sastra inggris setelah menyelesaikan 57 mata kuliah sastra inggris.

Sebelum menjawab pertanyaan kuliah itu berapa tahun, saya ingin anda menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini,

  1. kenapa anda ingin kuliah?

  2. Apakah anda kuliah karena orang tua?

  3. Apakah anda kuliah karena teman anda kuliah?

  4. Apa anda kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang meningkatkan taraf hidup keluarga?


Kenapa saya menanyakan hal-hal diatas kepada anda? Bukan langsung menjawab pertanyaan yang mudah itu? Pertama saya ingin anda kembali pada tujuan anda.

Dalam Islam ada hadist yang berbunyi innama amalu binniyaat. Segala sesuatu berawal dari niat.

Begitu pun kuliah.

Jika anda niat kuliah karena orang tua yang ingin agar anda kuliah, tanyakan kenapa? Lihat keadaan keluarga anda. Saya ingin memberikan contoh pada anda. Contoh ini tidak jauh karena ia berasal dari saya sendiri. Jadi semoga anda bisa mendapatkan pelajaran darinya.

Setelah selesai sekolah di kota Bukittinggi dan mendapatkan berita kelulusan Evaluasi Belajar Tahap Akhir saya bersiap diri untuk kuliah. Orangtua saya sangat mengharapkan agar anak-anaknya jadi Orang.

Baca: Fatin Mungkin Belum Lulus Kuliah Tahun 2018, Ini Penyebabnya

Maksudnya bukan selama ini saya kera dan berevolusi jadi manusia seperti kata si Darwin. Tetapi menjadi individu yang sukses dengan simbol yang berlaku yaitu mempunyai mobil, rumah, istri yang cantik, dan anak yang banyak.

Banyak orang yang dikenal oleh orang tua saya menjadi Orang karena gelar sarjana. Karena itu mereka berusaha dengan sangat keras agar saya dan adik-adik (anak-anaknya) memiliki gelar sarjana. Tujuannya satu agar anak-anaknya tidak senasib seperti mereka.

Orangtua saya sendiri tidak memiliki pendidikan tinggi karena situasi ekonomi keluarga mereka. Ibu saya mempunyai banyak saudara dan pendidikan paling tinggi yang diusahakan oleh kakek dan nenek saya hanya setingkat SMA. Begitu pula ayah saya.

Karena pengalaman mereka tersebut saya dan adik-adik selalu di pecut agar berprestasi dan semangat sekolah. Saya masih ingat ketika orang tua saya marah karena malas belajar, mereka memarahi saya dengan mengatakan

mau jadi tukang angkat dipasar kamu?

Tentu saja saya tidak mau. Dan itu membuat saya dan adik-adik selalu push to the maximum limit of our strenghts.

Saya pun menyelesaikan sekolah menengah atas dengan prestasi yang membuat Ibu terharu. Mendapatkan peringkat ketiga dikelas (selama ini tidak pernah masuk rangking 10 besar) dan menjadi salah satu lulusan terbaik.

Setelah ebtanas saya pun merasa euforia kuliah sedang mewabah, termasuk saya. Pembahasan di sekolah tidak luput dari memilih jurusan di perguruan tinggi.

Saya sendiri memilih untuk kuliah di jurusan sastra. Pilihan sementara saya kala itu adalah sastra perancis. Tapi orang tua dan kerabat saya menganjurkan agar saya masuk sastra inggris. Orang tua saya melihat bakat saya untuk bahasa inggris diatas rata-rata. Soalnya mereka melihat teman-teman saya banyak yang bertanya jika ada soal bahasa inggris kepada saya. Dan dari kecil saya juga dilihat banyak belajar bahasa inggris sendiri dengan perantaraan film kartun.
Pilihannya hampir seragam yaitu kuliah di luar kota karena budaya orang minang adalah merantau.

Karena euforia itu kami tidak membuat rencana berapa lama kuliah di jurusan yang kami pilih. Saya sendiri akhirnya lulus setelah lima tahun menjalani kehidupan kuliah. Lama kuliah saya ini masih terhitung standar karena jurusan sastra inggris di perguruan tinggi yang saya pilih masih tergolong baru.

Umumnya untuk menyelesaikan sebuah perkuliahan adalah 4 tahun. Jika kampusnya memiliki fasilitas perkuliahan lengkap mulai dari dosen hingga alat-alat bantunya, sebaiknya usahakan menyelesaikan kuliah kurang dari 4 tahun.

Ini alasan saya mengatakan hal tersebut.

Lapangan kerja bagi fresh graduate itu mempunyai persaingan yang cukup tinggi. Jika kamu tidak menyelesaikan kuliah dengan jangka waktu normal, kamu akan tergencet dalam persaingan di dunia kerja.

Orang yang sudah bekerja pun akan memilih perusahaan yang sama dengan fresh graduate. Anda akan mengetahui alasannya di lain waktu.

Semakin lama anda kuliah beban ekonomi keluarga anda akan semakin tinggi. Saya merasakan kondisi ini karena orang tua saya tidak mampu. Makanya agar meringankan beban orang tua saya banyak dibantu dengan kuciran bantuan beasiswa dari kampus. Saya heran jika beberapa dari mahasiswa sekarang yang tidak mencari beasiswa sekarang ini.

Usahakan untuk mendapatkan beasiswa saat kuliah. Mungkin nilainya kecil dalam pandangan anda tetapi beasiswa tersebut dapat mengurangi beban dari orang tua anda.

Jika anda mendapatkan beasiswa maka secara tidak langsung meringankan beban orang tua. Selain itu anda juga menolong biaya sekolah saudara anda yang lain.

Semoga kisah yang saya bagi dan juga saran yang saya sampaikan bisa menjawab pertanyaan anda kuliah itu berapa tahun. Jangan lupa jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar, saya akan berusaha menjawab pertanyaan anda dan Bagikan artikel ini agar bisa bermanfaat juga bagi rekan-rekan anda yang lain.

22 comments:

  1. Good article. Visit this website for reference http://library.gunadarma.ac.id/

    ReplyDelete
  2. Jadi kk, skrg kerja sebagai apa?, apakah ilmu2 yg didapat selama kuliah, membantu banyak untuk pekerjaan mu saat ini? Saya ini calon mahasiswa, tapi saya masih ragu ,apakah seharusnya saya lebih baik lansung mencoba berbisnis atau kuliah,soalny saya takut habis waktu dan uang di pakai buat kuliah, tapi setelah keluar,malah ga dapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi atau tidak membantu apa2 untuk berbisnis

    ReplyDelete
  3. Kk,boleh nanya sekarang kk kerja sebagai apa? Apakah hasil kuliahnya membantu pada pekerjaan nya , apakah sekarang mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi? Saya ini calon mahasiswa, saya masih ragu, apakah seharusnya saya kuliah atau lansung mencoba berbisnis, sebab saya takut kalau udah kuliah, udah habis uang habis waktu 4-6tahun ,terus tidak membantu apa2 dan tidak mendapat pekerjaan yang bagus dengan gaji tinggi, jika ada yang menyinggung saya minta maaf, saya hanya ingin meminta saran ya. Terima kasih

    ReplyDelete
  4. Halo Felix
    Pertanyaannya sangat bagus.
    1. Saya saat ini bekerja di sebuah perusahaan asuransi di Jakarta Selatan.
    2. Latar pendidikan saya sangat membantu untuk pekerjaan. Khususnya saat melakukan korespondensi dengan klien yang umumnya menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar.
    3. Baiknya kuliah atau langsung bisnis ya? Menurut saya lebih baik kuliah. Ambil jurusan yang felix suka dan minati. Sembari kuliah Felix juga bisa memulai bisnis. Orang mungkin masih terkesima dengan Mark Zuckerberg yang menjadi milyuner di usia muda dengan facebooknya, atau dengan Bill Gates dan Microsofnya. Tapi selain mereka top 100 orang terkaya menurut forbes memiliki gelar sarjana. Bahkan sampai mendapatkan gelar master (S-2).
    4. Kalau bahas gaji relatif lah ya. Orang yang gaji 20 juta rupiah pun di perusahaan minyak nasional masih merasa kurang karena banyak pengeluaran. Gaji 4 juta rupiah di perusahaan kecil akan terasa besar jika pandai mengelolanya.
    Jadi jangan ragu Felix, kalau bisa kuliahlah di bisnis yang akan digeluti. Semoga saran saya bisa diterima yah.

    ReplyDelete
  5. Artikel ini sangat bermanfaat sekali terima kasih banyak atas informasi, sarannya. Habis dikasih pencerahan sama mama tentang kuliah, dunia pekerjaan terus search di google tentang kuliah2 trs nemu blog ini. Jadi makin paham dan uda mulai menyiapkan sejak skrg. Meskipun aku baru masuk kls 10. Tapi mama blg sm aku "kalo sebaiknya dipersiapkan mulai dr skrg". Aku masih labil ttg jurusan kuliah, pekerjaan, dll. Hrs byk2in baca artikel dan hrs sering2 dpt pencerahan☺

    ReplyDelete
  6. Halooo..
    Saya yolanda...
    Saya mau tanyaa.
    Menurut kak kuliaj bisnis/manajemen bagus gak kk?
    Sebelumnya aku masih ragu kak kuliah apa enggak,,

    ReplyDelete
  7. Halo yolanda,
    Kenapa kamu ragu mau kuliah / enggak?
    Kalau kamu ragu untuk kuliah, saya ga bisa jawab apakah jurusan bisnis/manajemen itu bagus

    ReplyDelete
  8. Thanks loh nadia. Saya bantu doa semoga kamu bisa capai cita-citanya

    ReplyDelete
  9. Rizka sinta dewi muryadi3 September 2017 at 12:50

    Semester berapa sih kak mahasiswa harus menerima materi, praktikum, kkn, skripsi dll?

    ReplyDelete
  10. Kak , sya bingung mau kuliah atau enggak. Kalok kuliah bingung mau ambil jurusan apa, sedang kalok enggak kuliah saya kurang banyak kenalan yang membuat saya menjadi kendala.tolong dong kak saran nya?
    Terimakasih

    ReplyDelete
  11. Halo Rizka
    Kalau skripsi dan KKN biasanya bakal dapat di semester 7 atau 8. Kalau materi kuliah sama praktikumnya tiap semester karena bagian dari kuliah di jurusan.

    ReplyDelete
  12. Halo Bowo
    Mulailah dari minat dan cita-cita kamu untuk memilih jurusan. Saran saya kuliahlah, sebab di masa depan orang yang tidak kuliah akan sulit mendapatkan pekerjaan. Saya sendiri sedih liat teman-teman di kantor yang tidak kuliah. Karir mereka mentok di level non-staf.
    Kalau pilihannya harus bekerja, jangan menyerah hanya karena kurang banyak kenalan. Kalau harus mencari kenalan atau bangun jaringan, cobalah jadi sales. Bukan MLM ya, tapi sales motor/property/agen asuransi dan lain-lain. Paksa diri untuk selalu punya kenalan baru setiap hari, jangan pikirkan dulu soal target penjualan. Setelah dapat kenalan baru, buat hubungan itu erat, jaga silaturahim. InsyaAllah nanti pintu rejeki terbuka.
    Semoga membantu saran saya

    ReplyDelete
  13. Hallo Ka Saya Anastasia
    Saya mau Tanya, kalau kulia di Kampus yg Masih Terakreditasi C, apa Nanti nyari Kerja itu Susah dapatnya ya ka?
    Trima Kasih.

    ReplyDelete
  14. Setau saya untuk perusahaan besar susah apalagi kalau mensyaratkan akreditasi. Apalagi untuk jadi pns

    ReplyDelete
  15. Artikel yg sangat membantu sekali ,walaupun saya belum bisa kuliah karena faktor biaya jadi harus bekerja menabung terlebih dahulu , Semangat ya buat kalian yg udah masuk kuliah

    ReplyDelete
  16. Halo kak! Saya Muh. Aldy Syahbannur
    Sebelumnya saya mau minta saran.
    Saya bingung, lebih baik saya melanjutkan kuliah di STKIP atau Universitas karena Ibu saya menyarankan saya untuk kuliah di STIKP karena lokasinya yang dekat dengan lingkungan. Tetapi saya ragu karena kuliah di STKIP merupakan kampus Swasta dan saya lebih tertarik kuliah Universitas dimana kampus tsb memiliki mata kuliah yang saya minati tetapi lokasinya cukup jauh dan memerlukan biaya yang cukup mahal (20.000.000 sangat berat) dan untuk kuliah di STKIP biaya akan ditangani ibu saya meskipun agak meragukan. Jadi, apakah saya harus melanjutkan kuliah di STKIP/Universitas atau Kerja dulu untuk biaya kuliah?

    ReplyDelete
  17. kalau saya s1 4 tahun dan s2 3 tahun, mau s3 ngak ada waktu dan biaya heehee

    ReplyDelete
  18. MasyaAllah. Luar biasa. Bagi kisahnya disini donk mas. Biar jadi inspirasi pembaca muda pencaricerah.com

    ReplyDelete
  19. Saya masih kelas 1 smk bisnis management jurusan pemasaran. Kuliah s1 ada mnyusun skripsi kah?kalau ada susun skripsi susah atau gampang ya ?soalnya masalah nya di skripsi bnyak yg blg skripsi ga boleh salah nantii dosen suruh ngulang benerkah kak?
    Saya mau kuliah karena mau kerja lebih gampang utk masa depan juga :)

    ReplyDelete
  20. Halo,
    1. skripsi untuk menyelesaikan pendidikan s1 itu ada dan umumnya untuk semua perguruan tinggi menulis skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana.
    2. betul. ada skripsi yang diulang dan ada yang tidak. banyak faktor yang mempengaruhinya. salah satunya adalah permasalahan atau topik penelitian yang kita angkat.

    ReplyDelete
  21. Terima kasih artikelnya sangat membantu..

    saya lulusan SMK saat ini saya sudah berkerja disalah satu perusahaan sebagai staff purchasing.. yang saya tanyakan apakah saya masih bisa melanjutkan kuliah mengingat saya libur kerja hanya dihari minggu saja..jika saya mengambil S1 berapa lama waktu yang harus saya tempuh...

    sebenernya saya sudah tidak memerlukan kuliah lagi karena saat ini saya sudah mendapatkan pekerjaan yang layak/ cukuplah menurut pribadi saya
    dan saya masih bisa bersaing dengan teman sekantor saya yang rata2 lulusan kuliahan dan untuk gaji tidak jauh beda...
    hanya hati kecil saya sering berkecamuk .. saudara2 saya rata2 kuliah semua saya suka minder dengan mereka bukan dalam segi materi ya tapi dalam segi ilmu dan pengabdian ke masyarakat luas saya merasa tidak punya itu saya merasa terlalu instant untuk mendapatkan apa yang saya dapat sekarang ini .. dilain sisi saya ingin juga memanfaatkan sisa2 hidup saya untuk bisa terus belajar dan meraih pendidikan setinggi mungkin sama yang telalh dilakuakn almarhum ayah saya ...minta masukan dan bimbinganya pak kandra.

    terima kasih

    ReplyDelete