Riset Keywords: Tools dan Cara Menggunakannya Untuk Selalu Mendapat Pengunjung Organik

cek list untuk riset keywords: mana yang dipakai, mana yang ga dipakai

Riset keywords merupakan bagian terpenting dari membangun sebuah website atau blog yang sukses, kata mas darmawan di salah satu artikel panduanim.com. 

Sebelum Anda membuat blog dan mendaftar di webmaster, sebaiknya lakukan dulu riset keywords untuk blog yang akan dibangun. 

Langsung bikin blog tanpa melakukan riset terlebih dahulu ibarat maju ke medan perang tanpa senjata apapun. 

Akibatnya mati konyol. 

Anda dapat melakukan riset keywords dengan menggunakan bermacam-macam tools yang dapat ditemukan di internet. Beberapa tools untuk riset keyword bahkan bisa digunakan tanpa harus membayar alias gratis.

Salah satu contoh alat riset keywords yang paling banyak digunakan (dan paling sering direkomendasikan juga) adalah google keyword tool, free (gratis) untuk digunakan jika Anda baru mendaftar di Google Adwords. Tapi... 

... ada batas waktunya loh.

Soalnya tools ini dikhususkan untuk internet marketer bukan untuk blogger. Jadi Google berharap Anda membeli layanan periklanan mereka setelah mengetahui kelebihan-kelebihan yang mereka miliki. 

Hampir seperti tools riet lain, kalau saya bilang. 

Secara garis besar Google keyword planner tools akan memberi beberapa manfaat yaitu:
  1. menemukan keyword (kata kunci) baru untuk website atau blog Anda
  2. mengetahui trend pencarian dan rata-rata volume pencarian per bulan
  3. menggabungkan beberapa keywords untuk mendapatkan kata kunci baru
3 hal diatas merupakan kunci bagi Anda untuk membangun blog yang sukses. 

Tool riset keywords google tersebut merupakan bagian dari program Adwords, yaitu jaringan periklanan google.

Berbeda dengan internet marketer yang lain Darmawan menyarankan bagi pemula agar menghindari untuk menggunakan GAKP (singkatan untuk Google Adwords Keyword Planner) sebagai tool utama dalam melakukan riset keywords. 

Menurut admin panduanim.com tersebut ada kelemahan besar dalam tool google tersebut:
  1. GAKP dikhususkan untuk pengiklan, jadi untuk data persaingan yang diperlihatkan dalam tool tersebut hanya khusus untuk pengiklan. Bukan persaingan di mesin pencari.
  2. Related keywords atau kata kunci yang terkait kalau digunakan untuk membuat postingan,  tidak akan efektif membuat blog Anda menguasai sebuah topik di mesin pencari. Karena related keywords yang dihasilkan merupakan turunan dari keywords utama. Jika anda menggunakan related keywords ini untuk artikel di blog akibatnya blog Anda dicap melakukan optimasi berlebihan oleh google. Atau spamming. Jika hal ini terjadi blog Anda akan di de-index oleh google (dikeluarkan dalam database google).
Tentu hal ini tidak Anda inginkan. 

turunan keywords kalau menurut mas darmawan
Meskipun ada kelemahan diatas tool periklanan google disarankan untuk digunakan khususnya untuk mengetahui pencarian rata-rata per bulan dari keywords yang akan dibidik.

Jadi sebelum ke GAKP cari dulu keywords yang betul-betul berhubungan. 

Tools yang disarankan terdapat dalam daftar berikut:
  • Semrush, tool premium yang bisa digunakan untuk riset keywords, info backlink, dan lain-lain
  • MOZ, tool premium dengan fitur yang bisa disesuaikan dengan kantong
  • Ubersuggest, tool gratis untuk mencari keyword turunan
  • Keyword Tool, selain untuk blog juga bisa digunakan untuk riset keyword youtube 
  • Alexa, tool premium untuk mengetahui demografi kompetitor dan metrix blog sendiri
  • Similar Web, untuk mengetahui traffic sebuah website
  • Wordstream, untuk riset keyword berdasarkan niche
  • Keyword Everywhere, untuk mengetahui pencarian per bulan langsung di browser
  • SEOQuake, untuk mengetahui kompetisi kata kunci di mesin pencari
  • Google search console
  • (tambahkan sendiri...)
Siap untuk memulai?

Cara Riset Keyword Paling Jitu ala Kandra

Sebelum melanjutkan langkah-langkah untuk mengetahui keywords apa yang bagus digunakan untuk mendapatkan kunjungan dari mesin pencari, saya harus mengingatkan dulu pada Anda.

Sabar.

Ini kuncinya. Setelah mendapatkan kata kunci yang low competition dengan tingkat pencarian rata-rata per bulan lebih dari seribu, langkah berikutnya yang anda lakukan adalah menerbitkan konten berdasarkan keywords tersebut. 

Tapi setelah Anda menerbitkan artikel yang mengandung keywords, Artikel anda tidak serta merta langsung nongol di halaman pertama google. 

Mesin pencari seperti google butuh waktu untuk merayapi dan mengindeks url maupun konten yang telah diterbitkan. Menurut neil patel paling tidak setelah tiga bulan baru Anda cek kembali posisi artikel yang diterbitkan tersebut di google/bing/yahoo.

Untuk mendapatkan kunjungan pertama ke artikel yang diterbitkan Anda bisa mempromosikan link tersebut di media sosial / email atau channel lain yang anda punyai.

Oke, jadi sabar adalah kuncinya.

Awalnya saya mengikuti panduan cara mencari keyword yang terdapat di panduanim.com, tapi lama-kelamaan saya akhirnya menemukan cara riset keywords sendiri.

Langkah pertama selalu saya gunakan. Menuju Keywordtool.io untuk mendapatkan keyword turunan dari seed keyword.

Hasilnya
mas darmawan pakai kata kunci "tempat wisata di"
Ada banyak turunan kata kunci yang dapat dimanfaatkan untuk sebuah website penjualan tiket. Dari kata kunci diatas, tinggal dicari mana yang low competition di mesin pencari namun punya high average search per month.

Langkah kedua yang saya lakukan berbeda dengan petunjuk mas Darmawan. Kalau mas darmawan ke google adwords keyword planner untuk mendapatkan average search per month, saya menggunakan ekstensi chrome Keyword Everywhere.

contoh hasil dari pencarian rata-rata per bulan keyword everywhere

Saya coba jualan produk hosting sebuah web host, seperti yang bisa Anda lihat rata-rata pencarian per bulan untuk kata kunci "vps hosting" adalah 22 k dan tingkat kompetisi untuk keywords tersebut di google sebesar 62% (SEOQuake).

Jadi saya tidak harus buka google adswords keyword planner dan situs semrush untuk mengetahui dua data penting.