Skip to main content
"Di sini, konseling prakonsepsi (prakehamilan-red.) saja masih jarang dilakukan. Apalagi pranikah. Padahal, keduanya penting dalam kesehatan reproduksi yang pastinya akan berpengaruh terhadap jalannya pernikahan. Juga agar terjadi alih pengetahuan dari dokter ke pasien, sehingga dia mengerti kapan sebaiknya hamil atau sebaiknya ditunda dulu, atau bagaimana menghadapi kehamilan," ujarnya. Pemeriksaan kesehatan pranikah penting untuk mengetahui kondisi pasangan serta proyeksi masa depan pernikahan Anda, terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan), juga untuk memperoleh kesiapan mental karena masing-masing mengetahui benar kondisi kesehatan calon pasangan hidupnya. Melalui pemeriksaan kesehatan pranikah juga dapat diketahui penyakit-penyakit yang nantinya bila tak segera ditanggulangi dapat membahayakan calon pasutri, termasuk bakal keturunannya.Pemeriksaan kesehatan dan konseling ini, menurut dr. Wiryawan, juga penting dilakukan untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, terutama pada pasangan yang akan menikah dalam usia muda. Kehamilan adalah sesuatu yang sebaiknya direncanakan dan dipersiapkan. Untuk itulah bagi calon pasutri usia belia, perlu konseling mengenai kontrasepsi. Maka dari itu, jangan sepelekan pemeriksaan kesehatan dan konseling pranikah. Jika tak waspada, ada banyak risiko yang dapat menghadang dalam menjalani pernikahan. Jadi, hindari risiko sedini mungkin, periksakan kesehatan Anda dan pasangan ke dokter atau rumah sakit terdekat, yang menyediakan paket pemeriksaan kesehatan khusus untuk calon pengantin.ProsedurAdapun untuk prosedur pemeriksaan kesehatan pra nikah ini, umumnya dilakukan dengan mendatangi dokter spesialis kandungan (obgyn), dokter puskesmas atau dokter umum, wawancara singkat tentang riwayat kesehatan guna mengetahui penyakit apa yang pernah diderita, riwayat kesehatan pada anggota keluarga, juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari (merokok, pengguna obat-obatan terlarang). Kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kelainan fisik seperti tekanan darah, keadaan jantung, paru-paru, dan tanda-tanda fisik dari penyakit.Rangkaian tes: radiologi dan laboratorium. Untuk laboratorium dilakukan pemeriksaan panel ginjal creatinin, panel hati SGOT SGPT, Hepatitis B panel, HBs Antigen, gula darah/ fasting glucose, darah lengkap, hemoglobin, platelets, ESR, white blood count (WBC), blood group + rhesus, MCV, MCH, MCHC dan VDRL.Untuk persiapan, pasien biasanya diharuskan berpuasa mulai pukul 22.00, sehari sebelum pemeriksaan. Setelah sample darah diambil, Anda dapat menikmati sarapan. Selama puasa, hanya diperbolehkan minum air putih. Jangan lupa membawa sedikit sample faeces (tinja) pagi hari di dalam wadah yang bersih. Kini tinggal bagaimana kesadaran dan kemauan calon mempelai berdua. Apakah mau untuk "sedia payung sebelum hujan" dan berlatih menerima pasangan sepenuhnya. Akan tetapi perlu diingat, jangan membuat hasil pemeriksaan pranikah sebagai dasar utama kelangsungan suatu pernikahan. (Wilda Nurlianti/"PR")***

Comments