Skip to main content

Menyikapi Demokrasi Kita Saat Ini

Akhirnya Pemilihan Kepala Daerah dikembalikan ke sistem lama yaitu pemilihan oleh Dewan Perwakilan Daerah. Debat alot para wakil rakyat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada sidang paripurna tanggal 25 September yang lalu menimbulkan pro dan kontra di sekitar kita. Ada yang bersyukur, ada yang menentang.


Bagi para pendukung Koalisi Merah Putih mekanisme ini dianggap sebagai kemenangan Di pihak lain


Pada momen ini mungkin mereka yang hanya memilih ketika pemilu presiden  yang lalu menjadi sadar bahwa pemilihan anggota legislatif itu ternyata juga penting. Ketika hashtag #Jokowi4Presiden menjadi tren di dunia Lucu juga kalau sekarang mereka yang "GOLPUT" dan menganggap pemilihan eksekutif yang lebih penting kemudian menjadi meradang karena kekalahan di lembaga legislatif. Mungkin mereka yang meradang lupa saat pemilihan legislatif yang lalu bahwa jalannya pemerintahan yang baik harus mendapat dukungan dari lembaga legislatif. Makanya Partai Demokrat disebut partai pemerintah karena mereka harus mendukung pemerintahan SBY agar program-program pemerintahan SBY bisa berjalan tanpa hambatan.


Memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat bukan memilih kucing dalam karung. Apalagi dengan sistem demokrasi kita saat ini. Anggota legislatif juga bisa berasal dari masyarakat non parpol. Maka keengganan anda untuk memilih tidak menggunakan hak pilih kala pemilu legislatif yang lalu hai Golputers adalah kekalahan anda yang sebenarnya. Alasan anda untuk tidak memilih anggota legislatif karena berasal dari sebuah partai politik dapat dibantah dengan mudah. Anda bisa memilih anggota legislatif non partai, tapi anda tidak melakukan hal itu.


Comments