Hari Buruh Sedunia: Kawasaki Ninja 250 dan Demonstrasi

[caption id="" align="aligncenter" width="387"]Demonstrasi Buruh pada Hari Buruh Demonstrasi Buruh pada Hari Buruh di London, Inggris[/caption]

Buruh setiap tahun selalu mengadakan demonstrasi besar-besaran yang menuntut perbaikan hidup. Sedangkan pengusaha selalu setiap tahun menolak untuk memenuhi tuntutan buruh. Pemerintah tiap tahun selalu berusaha menjadi wasit dalam setiap permasalahan antara dua kelas ini.

Buruh dan pengusaha adalah sebuah gambaran dari teori marx mengenai kaum burgois dan proletar. Kaum burgouis yang dalam masa marx adalah bangsawan bergelimang harta sedangkan proletar adalah kaum pekerja yang hidup pas-pasan. Manusia dibagi menjadi dua kelas ini oleh Marx dan kita seakan harus menerima pembagian ini.

Peringatan hari buruh sedunia tahun ini menjadi sangat spesial karena untuk pertama kalinya pemerintah Republik Indonesia memberikan kelonggaran untuk instansi dan perusahaan tidak bekerja. Bagi pekerja tentu tanggal 1 Mei kemarin adalah sebuah rahmat karena bisa rehat sejenak dari berbagai pekerjaan yang menguras emosi dan pikiran. Sedangkan bagi pengusaha tentu harus urut dada karena tanggal 1 Mei pendapatan menurun. Bagi saya sebagai pekerja sangat terbantu karena saya ucapkan sampai jumpa lagi dengan kemacetan yang biasa saya hadapi saat peringatan hari buruh tahun lalu.

Saya juga teringat sebuah kejadian kecil yang menggelitik tahun lalu saat demontrasi peringatan hari buruh sedunia. Ketika buruh demonstrasi tahun lalu media sosial ribut karena saat demonstrasi ada buruh yang naik Kawasaki Ninja 250. Sebuah kendaraan roda dua dengan jenis sport yang harganya cukup wah. Saya menjadi berpikir bagi orang-orang yang memberi komentar negative atas kepemilikan kendaraan tersebut kalau konotasi buruh sekarang menjadi sempit pengertiannya kepada mereka yang bekerja dipabrik. Padahal jika ditelaah dari maksud proletar nya Marx, maka setiap orang yang mendapat gaji per bulan dari perusahaannya termasuk dalam kaum pekerja. Perbedaannya hanya terletak pada masa pengabdian dan juga jabatan yang sedang disandang. Jadi ketika ada buruh yang kebetulan memakai Kawasaki Ninja 250 mungkin itu bukan pekerja pabrik tapi seorang pekerja di sebuah perusahaan dimana karyawan di perusahaan tersebut mempunyai serikat pekerja yang kebetulan mempunyai afiliasi dengan serikat pekerja dimana buruh lebih banyak menjadi anggotanya yang ikut berdemonstrasi.

[caption id="" align="aligncenter" width="374"]Kawasaki Ninja 250 Kawasaki Ninja 250, pemicu antipati demonstrasi buruh tahun 2013 di Indonesia[/caption]

Mungkin dikesehariannya “buruh” yang memakai Kawasaki ninja 250 itu adalah karyawan dari perusahaan terkemuka yang mempunyai gaji diatas rata-rata buruh pabrik. Jika tidak, apa tidak boleh buruh mempunyai Kawasaki ninja 250? Apa karena harganya yang terlalu wah sehingga buruh dilarang untuk memilikinya? Mungkin “buruh” yang mengendarai Kawasaki Ninja 250 itu memang harus berkorban banyak untuk mencicil kendaraan yang luar biasa mewah itu. Bukankah itu prestise bagi dirinya sendiri yang seakan mengatakan “saya juga berhak memiliki apa yang saya inginkan”. Kepemilikannya terhadap Kawasaki ninja 250 itu adalah sebuah bukti bahwa negara menjamin setiap warga negaranya mempunyai kesempatan yang sama dalam mendapatkan kesejahteraan.

Tidak bijak memang kalau kendaraan itu dibawa untuk demonstrasi buruh karena menyulut iri hati orang-orang yang tidak mampu atau tidak berani untuk memiliki kendaraan tersebut.