Keterlibatan Investor Asing Malaysia dan Singaputa Pada Kebakaran Hutan di Riau

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/06/25/moy37m-sby-lukai-hati-masyarakat-riau

Kebakaran hutan di provinsi Riau sekarang sebenarnya adalah masalah yang berulang. Kabut asap yang kini kabarnya telah sampai pada titik bahaya bagi kesehatan tidak hanya dirasakan masyarakat Riau. Beberapa tahun sebelumnya Sumatera pernah mengalami hal serupa dan negara tetangga juga mengalami dampaknya meski mungkin tingkatnya tidak sehebat yang sekarang.
Kasus kebakaran hutan kali ini merupakan yang paling membuat Riau sebagai provinsi terkena dampaknya. Karena Singapura dan Malaysia melayangkan protes kepada pemerintah Indonesia. Kabut asap akibat kebakaran hutan di Riau saat ini telah membahayakan warga negara lain meskipun tidak berada di wilayah Sumatera.
Presiden pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pemerintah dan warga Malaysia dan Singapura namun pemerintah mungkin menutup atau tidak tahu bahwa perusahaan-perusahaan swasta milik warga Singapura dan Malaysia kabarnya bertanggung jawab atas polusi dan bahaya yang ditimbulkan. Hal ini disebutkan oleh pengurus Walhi Riau seperti yang dilansir media online Republika.
Atas kebakaran yang kini menjadi masalah Regional, saatnya pemerintah menghukum seberat-beratnya perusahaan yang terlibat dalam kebakarab hutan tersebut. Apalagi jika terlibat investor-investor asing yang terlibat. Jangan hanya menghukum anak bangsa yang menjadi pelaksana perintah pemilik modal asing dan membiarkan investor asing yang memerintahkan membakar hutan sendiri.