Era Teror Baru Aktivis Dakwah

Anda pasti  sudah mendengar bahwa pemilik sekaligus pengelola situs arrahmah dan juga anak abu jibriel, muhammad jibriel kemarin ditetapkan sebagai dpo polisi dan telah ditangkap pada sore harinya. Tuduhan yang diberikan kepada beliau adalah sebagai orang yang mencarikan dana untuk teror yang terjadi di Mega Kuningan silam. Benar atau tidak tindakan aparat kepolisian kali ini betul-betul mengkhawatirkan. Mereka terlihat begitu perkasa dalam menangkap orang-orang yang terlibat secara tidak langsung dalam Jumat kelabu kemarin, namun tidak ada lagi siaran media secara luas untuk memperlihatkan keperkasaan itu. Kenapa ? Apa Kepolisian takut salah lagi memberikan informasi kepada wartawan seperti yang terjadi di desa kecil di Temanggung?

Sebagai pengelola situs arrahmah.com saya menyadari cepat atau lambat para pengelolanya akan dibidik oleh alat kekuasaan negara. Tulisan-tulisan jihad dan berita-berita jihad dari seluruh dunia dan banyak orang yang mengakses baik berita maupun mendownload video para mujahidin tentu membuat para pembenci kata-kata jihad yang berkobar menjadi ketakutan.

Kenapa Nurdin M. Top belum tertangkap? Ditengah pawai keperkasaan kepolisian akhir-akhir ini tentu saja hal ini menjadi sebuah pertanyaan yang jawabannya tak pernah kita terima secara puas. Dalam situasi ini saya setuju dengan pendapat Sidney Johnson (kalo gak salah)  pengamat Indonesia yang mengatakan bahwa pemerintah tak akan rela menangkap Nurdin. Berarti Nurdin memang dipersiapkan untuk membuat teror yang membuat sebuah propaganda berhasil. Sekarang media bahkan masyarakat kebanyakan terlalu disibukkan dengan terorisme dan kasus Antasari, ada berapa orang yang menyadari bahwa isu Terorisme ini dihembuskan pemerintah sendiri untuk menutupi dibukanya kantor dagang Israel di Indonesia. Sebuah tindakan yang pastinya akan menuai protes keras dan gelombang unjuk rasa besar-besaran dari umat Islam di Jakarta. Untuk menghindarkan keadaan itu mungkin kejadian di JUmat kelabu di Mega Kuningan harus terjadi.

Semoga saya salah tentang hal ini. Semoga Ramadhan ini umat Islam bersatu. Semoga pemerintah tetap berpihak pada masyarakat dan menghentikan propaganda teror ini.SIMULASI ANTI TEROR JAKARTA