Kanoute Pembela Agama Islam Dari Spanyol

Anda mungkin mengenal Frederic Kanoute. Siapa sangka si pencetak gol terbanyak liga spanyol ini makin kuat dengan keislamannya. Tanpa takut ia tetap memberikan support kepada saudara-saudaranya di Palestina seperti yang dilansir oleh berita berikut ini:

kanoute-palestinakanoute-palestina

SEVILLA (Pos Kota) –Demi Palestina Kanoute kena hukuman dua kali. Striker Sevilla, ini sudah kena kartu kuning masih didenda 3000 Euro. Hukuman ini harus diterima Frederic Oumar Kanoute akibat ekspresinya memperlihatkan tulisan Palestina usai menciptakan gol ke gawang Deportivo La Coruna.

Komisi Kompetisi Spanyol menilai Kanoute telah melakukan pelanggaran dengan sengaja yang berbau SARA. Cara yang dilakukan pemain terbaik Afrika 2007 ini dianggap memanfaatkan situasi yang bukan pada tempatnya.

Kanoute melanggar salah satu peraturan yang dibuat Komite Olahraga Spanyol, yaitu pasal 120 tentang pelarangan ekspresi, ungkapan atraktif dan tersembunyi yang bernuanda politik dan SARA.

Tentang denda itu, Kanoute mengaku tidak keberatan. Dia mengaku siap membayarnya.

“Saya tahu tentang aturan itu. Namun sebagai pribadi, saya tak sanggup untuk menahan luapan rasa simpati terhadap saudara-saudara saya di Palestina yang dibantai Israel. Hanya ini yang bisa saya lakukan dan dapat disaksikan orang di seluruh dunia,” tutur Kanoute di Sevilla pada wartawan, Sabtu (9/1).

sumber: bluefame

Kita semua tahu bahwa di Eropa sana muslim adalah kelompok minoritas, akan tetapi mereka tidak takut dengan tekanan dan ancaman dari kelompok non muslim yang mayoritas di sana. Bagaimana dengan kita? Dengan alasan nasionalisme dan keadaan ekonomi dan masyarakat yang masih morat-marit dibenarkankah alasannya ketika kita harus menutup mata, telinga dan mulut terhadap kekerasan yang terjadi di Palestina.

Mereka, warga, kelompok perlawanan  dan pemerintahan  telah dikucilkan dari dunia internasional. Israel menutup mata, telinga, bahkan mulut para muslim Arab dan pemerintah Arab. Mereka telah lama di blokade dari pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketika salah satu parpol sering mengangkat isu Palestina kenapa mereka dipojokkan dengan bingkai nasionalisme sempit! Kenapa dipertanyakan kontribusi mereka untuk bangsa ini? Padahal parpol-parpol lain hanya diam dan menutup rapat pintu DPD-DPD mereka. Pintu-pintu itu akan terbuka ketika kran demokrasi yang bernama PEMILU akan diselenggarakan.

Sudahlah, makin aku merenungi keadaan saudaraku di Palestina, pen-DIAM-an lembaga-lembaga internasional oleh Israel dan Amerika, dan perbuatan sebuah parpol yang difitnah dengan sebutan kampanye terselubung, semua itu membuat aku MARAH.