GAZA: Deritamu, deritaku

[caption id="" align="alignleft" width="560" caption="support palestine, condemned israel"]support palestine, condemned israel[/caption]

Gaza, gaza, dan gaza.Daerah di palestina itu kini mendapat sorotan dunia. Ketika murka zionis menghancurkan tubuh-tubuh ringkih kekurangan makanan dengan roket-roket dan meriam-meriam. Dunia mengecam zionis, akan tetapi penguasa-penguasa barat (yang merasa raja di dunia ini) tetap tak melihat tindakan negeri penjajah ini sebagai sebuah agresi. Malah mereka menyalahkan pemerintah local sebagai biang kerok yang menyebabkan murka si penjajah. Perlindungan buta mereka ini amat sangat menyakitkan, terlebih bagi umat muslim.

PBB, OKI, LIga Arab, dan Negara-negara arab secara keseluruhan hanya mampu member solusi di atas meja, di dalam kesejukan pendingin hotel-hotel mewah. Ketika ulama menyerukan jihad atas aggressor monyet yang menyakiti saudara seiman di palestina, sikap ulama tersebut bukannya didukung tetapi penguasa di daerah tersebut malah dijerumuskan dalam penjara. Para penguasa di negeri-negeri arab tersebut hanya mampu untuk mengecam atau mengutuk. Tapi mereka tidak bisa menghentikan pertumpahan darah di Gaza.

Sikap mereka terhadap pemerintah local palestina, yang kini dikuasai oleh HAMAS, sama saja dengan sikap Negara barat. Mereka menganggap Hamas adalah biang kerok terjadinya pertempuran tak seimbang yang menjatuhkan korban dari rakyat sipil palestina. Saya sudah mulai gundah. Saya sudah mulai bersikap skeptic terhadap Saudi Arabia. Saya terlalu banyak berharap kepadanya. Saya berharap Saudi Arabia tempat makkah yang suci dan selalu dikunjungi dapat memulai system khalifah pengganti khalifah yang telah runtuh di turki. Akan tetapi sekarang dengan melihat pemimpin-pemimpin mereka yang bersenggama dengan penguasa barat yang memusuhi Islam saya menjadi tidak percaya dengan mereka. Saya merindukan untuk dapat berkeliling di ka’bah, mengikuti rukun islam yang kelima. Akan tetapi saya tidak ingin uang saya dihabiskan oleh penguasa-penguasa lalim seperti mereka . mereka telah berubah menjadi kapitalis-kapitalis bersorban yang mempunyai janggut panjang dan fasih berbahasa arab. Mereka hanya bisa diam ketika Gaza diselimuti api, dilumuri darah penduduknya yang gagah perkasa. Mereka menerima pion-pion zionis yang tujuannya telah jelas untuk menghancurkan Islam.

Wahai negara arab yang selalu mendapatkan uang dari perjalan haji, lihatlah bagaimana keterbatas jarak tidak membatasi semangat penghancuran negara Monyet ini.

Ya Allah, aku betul-betul menahan api dalam tubuhku. Api yang membakar diriku sendiri yang tidak berdaya karena keadaanku. Saudara-saudaraku terluka disana. Dan aku disini, hanya mampu mengeluarkan kata-kata. Aku ingin membantu tapi ruang membatasi. Aku ingin bersama mereka dalam mempertahankan diri dan Rumah-Mu yang disucikan di sana. Ya Allah, turunkanlah pertolonganmu dari langit ke tujuh yang turun secara bergelombang dengan pimpinan Jibril a.s yang perkasa. Patahkanlah keangkuhan pemimpin-pemimpin Arab yang hanya mengecam, pemimpin-pemimpin yang setiap tahunnya selalu menambah persenjataan negeri mereka yang tidak pernah dilanda peperangan. Ya Allah, sungguh aku telah lelah merintih dalam ketidakberdayaanku dalam menolong saudaraku.. Ya Allah segala keputusan ku kembalikan pada-MU.